? ??????????????????? ????Easy Install Instructions:???1. Copy the Code??2. Log in to your Blogger account
and go to "Manage Layout" from the Blogger Dashboard??3. Click on the "Edit HTML" tab.??4. Delete the code already in the "Edit Template" box and paste the new code in.??5. Click BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS ?

Thursday, January 8, 2009

lirih(ketika cinta bertasbih

"Kaidah itu artinya, itsar, mengutamakan orang lain, dalam
hal mendekatkan diri kepada Allah, atau mengutamakan
orang lain dalam beribadah, itu hukumnya makruh. Adapun
meng-utamakan orang lain pada selain ibadah itu dianjurkan.
Dalam ibadah yang dianjurkan dan disunahkan adalah berlomba-
lomba mendapatkan yang paling afdal. Mendapatkan
pahala yang paling banyak. Maka mengutamakan orang lain
sangat tidak dianjurkan alias makruh.
"Contohnya, jika seseorang memiliki air yang hanya cukup
buat berwudhu untuk dirinya saja, maka ia tidak boleh
memberikan air itu pada orang lain, agar orang lain bisa berwudhu
sementara ia tayammum. Yang disunahkan adalah dia
menggunakan air itu untuk berwudhu biarkan orang lain
tayammun. Kecuali jika ada orang lain yang membutuhkan
untuk minum karena kehausan, maka ia sebaiknya memberikan
air itu padanya dan ia bisa bersuci dengan tayammum.
"Contoh lain, jika seorang Muslimah memiliki satu mukena.
Lalu datang waktu shalat. Ia tidak diperbolehkan mempersilakan
orang lain shalat dulu menggunakan mukenanya dan
ia menunggu setelah orang-orang selesai menggunakan mukenanya.
Yang benar adalah ia harus segera shalat sebelum yang
lain. Ia harus mengutamakan dirinya. Sebab shalat di awal
waktu itu lebih baik. Baru setelah ia shalat ia bisa meminjamkan
pada orang lain. Dalam ibadah sekali lagi dimakruhkan
mengutamakan orang lain. Begitu maksud kaidah itu Dik. Kau
bisa menganalogikan dengan yang lain."
Cut Mala tampak puas mendengar jawaban itu. Tiba-tiba
ia terpikir sesuatu yang menarik untuk ia tanyakan,
"Maaf Kak saya mau tanya. Kalau misalnya. Sekali lagi ini
misalnya lho Kak. Misalnya ada seorang gadis Muslimah,
dilamar oleh seorang pemuda yang sangat baik. Baik agamanya,
akhlaknya, prestasinya, juga wajahnya. Lalu ia mengalah,
mengutamakan saudarinya yang menurutnya lebih baik
darinya dan lebih pantas menikah dengan pemuda Muslim
tadi. Apa ini termasuk makruh Kak?"
Anna menatap kedua mata Mala. Sebuah pertanyaan yang
membuatnya tersenyum sekaligus kagum akan kreativitas
gadis dari Aceh ini. Bukankah pertanyaan yang baik adalah separo
dari ilmu?
"Menurutmu menikah itu ibadah nggak Dik?" tanya
Anna.
"Ibadah Kak. Bukankah menikah itu menyempurnakan
separo agama?"
"Jadi jelas kan jawabannya. Aku pribadi kalau menemukan
pemuda yang baik, yang menurutku sungguh baik dan ada
yang menjodohkan aku dengannya ya aku akan mengutamakan
diriku dulu. Tidak akan aku tawarkan pada akhwat lain.
Menikah kan ibadah. Cepat-cepat menikah kan juga bagian
dari berlomba-lomba dalam kebaikan. Kalau aku itsar, mengutamakan
akhwat lain, berarti aku akan kalah cepat. Akhwat
itu akan menikah duluan, dapat jodoh duluan dan aku belum.
Jadi tertunda. Dan, tambah lagi belum tentu aku akan dapat
jodoh yang lebihbaik dari itu. Meskipun jodoh ada yang
mengaturnya yaitu Allah. Tapi kita kan harus ikhtiar. Di antara
bentuk ikhtiar, ya, ketika menemukan yang baik tidak
usah mengutamakan orang lain. "
Cut Mala merasa mendapatkan wawasan baru belajar
pada Anna. Cut Mala terus bertanya dan bertanya. Kurang
lebih satu jam setengah Cut Mala berada di kamar Anna.
Menjelang Maghrib ia minta diri. Zahraza mengingatkan agar
datang ke seminar.
"Jangan lupa datang dan ajak teman-teman satu
rumahmu ya. Besok moderatornya Kak Anna," ucap Zahraza.
"Insya Allah," jawab Cut Mala lirih.

0 comments: